Kurikulum DKV

PROGRAM KEAHLIAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

  • Karakteristik Program Keahlian Desain Komunikasi Visual

Program keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) membekali peserta didik berbagai keilmuan dan praktek pada ruang lingkup pengelolaan Desain dan Komunikasi Visual, kewirausahaan, serta keterampilan memproduksi beragam produk mutimedia. Program Keahlian Desain Komunikasi Visual ini akan melatih peserta didik untuk mendapatkan keterampilan dan keahlian dalam bidang komunikasi visual sesuai dengan perkembangan zaman.

Guru Produktif Desain Komunikasi Visual berjumlah 7 orang dimana selain memiliki pendidikan  sesuai dengan yang disyaratkan, Guru Produktif Produktif Desain Komunikasi Visual juga berlatar belakang pernah bekerja di industri serta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan magang industri. Enam orang guru sudah berpredikat asesor kompetensi.

Sarana praktik dan belajar dirancang dengan standar industri, sehingga para lulusan SMK Negeri 1 Banjarmasin diharapkan menjadi insan profesional dalam bidang Desain Komunikasi Visual memiliki kepribadian dan karakter industri.

Kurikulum dan proses pembelajaran dirancang untuk mendorong peserta didik untuk aktif, kreatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi generasi yang berbasis pada Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan praktik baik sekolah maupun praktik kerja industri dipersiapkan dengan baik untuk membentuk mental yang kuat dan mengasah keterampilan serta keahlian peserta didik. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja, melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi, atau berwirausaha.

Program Keahlian Desain Komunikasi Visual merupakan program keahlian yang prospektif. Lulusan program keahlian ini dapat bekerja di bidang Industri Desain, industri Pertelevisian, Industri Radio, Industri Rumah Produksi, Industri Periklanan, Industri percetakan, Wirausaha dibidang Photography dan Videography. Dari sekian banyak propek pekerjaan, berikut ini beberapa jenis pekerjaan yang dapat digeluti oleh lulusan Desain Komunikasi Visual, diantaranya:

  1. Desainer grafis
  2. Teknisi Suara
  3. Teknisi Perlengkapan Kamera
  4. Teknisi Fotography
  5. Editor Film
  6. Editor Video
  7. Editor Televisi
  8. Operator Kamera Film
  9. Operator Kamera Televisi
  10. Operator Kamera Video
  11. Produser Kamera Film
  12. Produser Kamera Televisi

 

  • Tujuan Program desain komunikasi visual

Secara umum tujuan program keahlian desain komunikasi visualadalah menghasilkan  tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai serta sikap yang terintegrasi dan kecakapan kerja dalam bidang desain komunikasi visual dengan menerapkan kewiraswastaan  serta mampu mengadaptasi perkembangan masyarakat yang sesuai dengan kemajuan ilmu  teknologi serta dapat memenuhi tuntutan dunia kerja masa sekarang dan masa yang akan datang. Secara khusus, tujuan program keahlian desain komunikasi visual yaitu:

  1. Menghasilkan lulusan pembelajar sepanjang hayat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, peduli, cinta tanah air, bangga pada budaya bangsanya dan tenggang
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi pada lembaga akademik / vokasi / kedinasan terkemuka sesuai minat dan bakat yang
  3. Menghasilkan lulusan yang terampil dalam berpikir kritis, berkreatifitas, menghasilkan karya, memanfaatkan teknologi digital, dan mengembangkan minat serta bakatnya untuk menghasilkan kompetensi yang
  4. Menghasilkan lulusan yang kompetensinya diterima oleh industri
  5. Membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat serta memiliki profil sesuai dengan Profil Pelajar

 

  • Intrakurikuler
    1. Struktur Kurikulum dan Penetapan Konsentrasi Keahlian

Struktur kurikulum mengatur beban belajar untuk setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) tahunan dan/atau per 3 (tiga) tahun atau dikenal dengan sistem blok. Oleh karena itu, satuan pendidikan dapat mengatur pembelajaran secara fleksibel dimana alokasi waktu setiap minggunya tidak selalu sama dalam 1 (satu) tahun. Berkaitan dengan hal tersebut, struktur kurikulum program keahlian Pemasaran menggunakan mekanisme blok per fase yang meliputi fase E di kelas X serta fase F di kelas XI dan XII. Implementasi sistem blok per fase ini berlaku untuk mata pelajaran pada kelompok umum dan kelompok kejuruan. Sedangkan kelompok mata pelajaran pilihan menggunakan mekanisme blok tahunan.

Satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat menambahkan muatan tambahan sesuai kebutuhan peserta didik, dunia kerja dan karakteristik satuan pendidikan dan/atau daerah secara fleksibel termasuk kurikulum muatan lokal. SMKN 1 Banjarmasin menetapkan mata pelajaranPendidikan Al Qur’an sebagai muatan local di SMKN 1 Banjarmasin.

Adapun struktur kurikulum Program keahlian desain komunikasi visualadalah sebagai berikut:

  • Bidang Keahlian : Seni dan Ekonomi Kreatif
  • Program Keahlian : Desain Komunikasi Visual
  • Konsentrasi Keahlian : Desain Komunikasi Visual

 

Struktur Kurikulum sekolah menengah kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan berdasarkan PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 12 TAHUN 2024sebagai berikut.

Tabel 16. Struktur Kurikulum kelas X sekolah menengah kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan

(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 45 menit)

Mata Pelajaran

Alokasi Intrakurikuler Per Tahun

Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun

Total JP Per Tahun

A. Kelompok Mata Pelajaran Umum:

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Pancasila

54

18

72

Bahasa Indonesia

108

36

144

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

90

18

108

Sejarah

54

18

72

Seni dan Budayab)

1. Seni Musik

2. Seni Rupa

3.Seni Teater

4. Seni Tari

54

18

72

Jumlah JP Mata Pelajaran Umum (A):

450

126

576

B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan:

Matematika

108

36

144

Bahasa Inggris

108

36

144

Informatika

108

36

144

Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosialc)

162

54

216

Dasar-Dasar Program Keahliand)

432

432

Jumlah JP Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan (B):

918

162

1.080

Total JP Mata Pelajaran Umum + Kejuruan

1.368

288

1.656

Muatan Lokal e)

72

72

Total JP Mata Pelajaran Umum + Kejuruan + Muatan Lokal

1.440

288

1.728

Keterangan:

  1. Diikuti oleh Peserta Didik sesuai dengan agama masing-
  2. Satuan Pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tari). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, atau seni tari).
  3. Proporsi JP antara aspek Ilmu Pengetahuan Alam dan aspek Ilmu Pengetahuan Sosial disesuaikan dengan kebutuhan Program
  4. Nama mata pelajaran menyesuaikan nama Program
  5. Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per

 

Tabel 17. Struktur Kurikulum kelas XI sekolah menengah kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan

(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 45 menit)

Mata Pelajaran

Alokasi Intrakurikuler

Per Tahun

Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun

Total JP Per Tahun

A. Kelompok Mata Pelajaran Umum:

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekertia)

90

18

108

Pendidikan Pancasila

54

18

72

Bahasa Indonesia

90

18

108

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

54

18

72

Sejarah

54

18

72

Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Umum (A):

342

90

432

B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan:

Matematika

90

18

108

Bahasa Inggris

108

36

144

Konsentrasi Keahlianb)

648

648

Projek Kreatif dan Kewirausahaan

180

180

Mata Pelajaran Pilihanc)

(Pemrograman)

144

144

Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan (B):

1.170

54

1.224

Total JP Mata Pelajaran Umum

+Kejuruan

1.512

144

1.656

Muatan Lokal d)

72

72

Total JP Mata Pelajaran Umum + Kejuruan + Muatan Lokal

1.584

144

1.728

Keterangan:

  1. Diikuti oleh Peserta Didik sesuai dengan agama masing-
  2. Nama mata pelajaran sesuai dengan nama Konsentrasi
  3. Nama mata pelajaran merupakan mata pelajaran yang dipilih oleh Peserta
  4. Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per

 

Tabel 18. Struktur Kurikulum kelas XII sekolah menengah kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan program 3 (tiga) tahun

(Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 45 menit)

Mata Pelajaran

Alokasi Intrakurikuler  Per Tahun

Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun

Total JP Per Tahun

A. Kelompok Mata Pelajaran Umum:

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekertia)

32

16

48

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertia)

32

16

48

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertia)

32

16

48

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekertia)

32

16

48

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekertia)

32

16

48

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekertia)

32

16

48

Pendidikan Pancasila

32

32

Bahasa Indonesia

32

16

48

Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Umum (A):

96

32

128

B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan:

Matematika

48

48

Bahasa Inggris

64

64

Konsentrasi Keahlianb)

352

352

Projek Kreatif dan Kewirausahaan

80

80

Praktik Kerja Lapanganc)

736

736

Mata Pelajaran Pilihanc)

(Pemrograman)

64

64

Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan (B):

1.344

1.344

Total JP Mata Pelajaran Umum

+Kejuruan

1.440

32

1.472

Muatan Lokal(e)

72

72

Total JP Mata Pelajaran Umum + Kejuruan + Muatan Lokal

1.512

32

1.544

Keterangan:

  1. Diikuti oleh Peserta Didik sesuai dengan agama masing-
  2. Nama mata pelajaran sesuai dengan konsentrasi
  3. Mata pelajaran PKL dilaksanakan paling sedikit selama 1 semester atau 16 (enam belas) minggu
  4. Nama mata pelajaran merupakan mata pelajaran yang dipilih oleh Peserta
  5. Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per

 

MATA PELAJARAN

KELAS

X

XI

XII

1

2

1

2

1

2

A.   UMUM

1.

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

3

3

3

3

3

2.

Pendidikan Pancasila

2

2

2

2

2

3.

Bahasa Indonesia

4

4

3

3

3

4.

PJOK

3

3

2

2

5.

Sejarah

2

2

2

2

6.

Seni  Budaya

2

2

7.

Muatan Lokal

2

2

2

2

2

Jumlah A    

18

18

14

14

10

B.    KEJURUAN

1.

Matematika

4

4

3

3

3

2.

Bahasa Inggris

4

4

4

4

4

3.

Informatika

4

4

4.

Proyek IPAS

6

6

5.

Kejuruan

 

5.1 Mapel Dasar-Dasar Program Keahlian

12

12

5.2 Mapel Konsentrasi Keahlian

18

18

22

6.

Proyek Kreatif dan Kewirausahaan

5

5

5

7.

Praktik Kerja Lapangan

48*

8.

Mata Pelajaran Pilihan

4

4

4

 

Jumlah B

30

30

34

34

48

38

Jumlah A+B

48

48

48

48

48

48

     *PKL  diperoleh dari 736/18 = 46 dtambah jam mulok 2 menjadi 48 jp

 

Pemilihan konsentrasi didasarkan pada minat dan bakat atau passion peserta didik, setelah memiliki pengalaman belajar pada fase E (kelas X), sehingga peserta didik diharapkan benar- benar telah memahami secara mendalam ruang lingkup masing-masing konsentrasi yang akan dipilihnya. Pemilihan konsentrasi keahlian dilakukan di akhir fase E dengan mempertimbangkan pencapaian hasil belajar serta minat peserta didik. Sekolah melalui wali kelas, Guru produktif, dan Guru BK dapat memberikan saran kepada peserta didik atas pilihannya, berdasarkan dari pengamatan terhadap portofolio peserta didik selama mengikuti pembelajaran pada fase E (kelas X).

 

Capaian Pembelajaran

Rumusan capaian pembelajaran pada program keahlian Desain Komunikasi Visual dapat     diklasifikasikan menjadi empat yaitu:

  • Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran umum diadopsi rumusan yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Nomor 028/H/KU/2021 Tentang Capaian Pembelajaran PAUD, SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB, Dan SMALB Pada Program Sekolah Penggerak.
  • Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran kelompok kejuruan meliputi:
    1. Capaian pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian Desain Komunikasi Visual dan Projek IPAS mengacu kepada Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Nomor 029/H/KU/2021 Tentang Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pada SMK Pusat
    2. Capaian pembelajaran kelompok mata pelajaran konsentrasi keahlian disusun oleh guru-guru kelompok kejuruan bersama dunia kerja dengan mengacu kepada KKNI Level 2 Kompetensi Keahlian Desain Komunikasi Visual, SKKNI serta kebutuhan
    3. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran pilihan dirumuskan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran tersebut.
    4. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran muatan lokal (Pendidikan Al Qur’an dirumuskan oleh MGMP Pendidikan Al Qur’an Tingkat Satuan Pendidikan.

 

Rumusan capaian pembelajaran kemudian diterjemahkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran, kemudia dituangkan dalam modul ajar. Capaian hasil pembelajaran dapat berupa portofolio sebagai bentuk dari assessment.

Praktik Kerja Lapangan

Pelatihan kerja lapangan atau on-the-job training atau biasa disebut dengan PKL atau OJT adalah salah satu bentuk kegiatan yang bertempat di lingkungan kerja langsung. PKL merupakan implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) antara lain sebagai berikut.

  • Meluaskan wawasan dan Pandangan Siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan pada tempat dimana peserta didik melaksanakan PKL
  • Menumbuhkan dan meningkatkan sikap profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki dunia usaha
  • Untuk memperkenalkan peserta didik pada dunia usaha dan industri
  • Meningkatkan daya kreasi dan produktivitas tehadap peserta didik sebagai persiapan dalam menghadapi atau memasuki dunia usaha yang sesungguhnya

 

Mekanisme PKL SMK Negeri 1 Banjarmasin pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual sebagai berikut.

  • Pemetaan Industri

Dalam hal ini tempat PKL merupakan industri yang saat ini sudah menjalin kerjasama dengan sekolah. Beberapa industri yang sudah bekerja sama yakni:

 

Nama Perusahaan

Lingkup Kerjasama

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk

l  Sinskronisasi kurikulum

l  Pengembangan kegiatan Pendidikan

l  Pengembangan kegiatan Praktik Kerja Lapangan

 

PT GAGAH PUTERA SATRIA

CV MONGKY SANDANG UTAMA

INSTANSI KELURAHAN BANUA ANYAR

SATUI DIGITAL PRINTING

PLATINA PICTURES

CHAPUNG STUDIO PHOTOGRAPHY

MARS PHOTOGRAPH

AAL PRINTING

HAPEWORLD

LAVANILLA PHOTOGRAPHY & PRINTING

PERCETAKAN GREEN DESIGN PRINTING

 

  • Program PKL

Program PKL dilaksanakan selama enam bulan di kelas XII pada semester ganjil atau semester genap di industri. Hal ini dilakukan mengingat kecukupan peserta didik mendapat materi di sekolah sehingga bisa langsung on job pada tempat PKL.

  • Pembekalan Program PKL

Sebelum peserta didik diterjunkan pada pada kegiatan PKL, peserta didik diberikan pembelakalan melalui kegiatan pembelajaran bersama industri yang dimulai dari kelas X dengan bobot jam pelajaran sebanyak 100 jam pelajaran dalam satu tahun atau 50 jam pelajaran dalam satu semester. Kegiatan pembelajaran bersama industri dilakukan melalui mekanisme guru tamu serta Job Shadow di industri. Materi yang diberikan adalah perihal etos kerja, pembangunan mental, dan serta kompetensi-kompetensi khusus dan actual yang dibutuhkan oleh industri.

  • Penetapan Pembimbing

Peserta didik yang diterjunkan untuk PKL didampingi satu guru pendamping sesuai dengan jumlah siswa dan jam pelajaran yang diampunya selama pembelajaran tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya pendampingan dan pengawasan siswa selama kegiatan PKL berlangsung.

  • Mekanisme pengujian

Pengujian peserta PKL dilakukan oleh Industri tempat PKL secara langsung. Industri mengeluarkan sertifikat bagi siswa yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti PKL selama  6 bulan.

Kokurikuler/ Projek Pengutan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja

Program kokurikuler pada program keahlian pemasaran dilakukan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdiri atas (1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, (2) Berkebhinekaan global, (3) Gotong royong, (4) Mandiri, (5) Bernalar kritis, (6) Kreatif. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berbentuk softskill dan harus diterapkan dalam proses pembelajaran.

Adapun indikator perilaku belajar peserta didik dalam rangka implementasi profil pelajar Pancasila sebagai berikut:

 

No

Profil Pelajar Pancasila

Indikator perilaku belajar peserta didik

1

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Memiliki akhlak pribadi yang sopan dan santun

Menghormati kepercayaan dan keagamaan masing-

Masing

2

Berkebhinekaan global

Mendalami budaya dalam negeri  agar tercermin

kearifan lokal dalam diri

3

Gotong royong

Kerjasama antar semua peserta didik pada  berbagai kegiatan

4

Mandiri

Bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing

5

Bernalar kritis

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

menganalisis dan mengevaluasi penalaran

 

6

Kreatif

Memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinil, bermakna, & bermanfaat

 

 

Pada tahun pelajaran 2025/2026, implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan di kelas X  dengan bobot 288 Jam Pelajaran dan kelas XI dengan bobot 144 Jam Pelajaran. Tema yang dipilih meliputi dua tema wajib (kebekerjaan dan budaya kerja) dan satu tema pilihan (Bangunlah Jiwa Dan Raganya).

 

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas X dan XI dilaksanakan seperti tergambar pada tabel berikut:

Tema

Pelaksanaan/Alokasi Waktu

Semester

Bulan

Suara Demokrasi

1

Agustus 2024

Bangunlah Jiwa Dan Raganya

1

Oktober 2024

Kebekerjaan

2

Januari          dan

Februari 2025

Budaya kerja

2

Januari dan Februari 2025

 

Pengembangan Diri Melalui Ekstrakurikuler

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan kepramukaan dan kepemimpinan.

Khusus untuk sekolah menengah kejuruan pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.

Pengembangan diri pada SMK Negeri 1 Banjarmasin meliputi kegiatan :

  1. Kegiatan pengembangan kreativitas dan bimbingan karier, yaitu kegiatan yang lebih bersifat individualistis untuk menggali dan mengembangkan potensi pribadi untuk menimba karier dibidang yang sesuai dengan program studi keahlian dan sesuai dengan kompetensi keahliannya, terkoordinasi dibawah koordinator BP kompetensi keahliannya masing-masing.
  2. Kegiatan ekstrakurikuler, yang bersifat pengembangan kemampuan prestatif dan pengembangan kemampuan individual untuk berorganisasi diantaranya :
  • OSIS/MPK
  • Pramuka
  • Palang Merah Remaja ( PMR )
  • UKS (Unit Kesehatan Sekolah)
  • Paskibra (termasuk PKS (Patroli Keamanan Sekolah))
  • Seni (Tari, Dance, Band, Cosplay dan Paduan Suara)
  • KSI (Kelompok Studi Islam)
  • Olah Raga (Basket Ball, Futsal dan karate)
  • Club (Club Akuntansi, Club Administrasi, Club TJKT, Club B. Indonesia, Club B. Inggris)
  • Marching Band
  • Mading

 

Rencana Pembelajaran

Bobot pembelajaran pada program keahlian Desain Komunikasi Visual yakni 70% praktik dan 30% teori. Pembelajaran yang dikembangkan pada program keahlian Desain Komunikasi Visual berlandasakan pada pendekatan Production Based Educational Training (PBET) dan Competency Based Training (CBT). Hal ini dilakukan untuk agar pembelajaran yang diberikan dapat relevan dengan kebutuhan industri Desain Komunikasi Visual saat ini dan menjamin lulusan dapat terserap dengan mudah di Industri perfilman.

PBET merupakan penggabungan pola kerja industri (workplace) dengan lingkungan pembelajaran siswa (learning environment), konsep ini dikenal pula dengan sebutan Teaching Factory yang memiliki paradigma dasar market–oriented yang diwujudkan dalam bentuk Projek. Pendekatan ini merupakan penyempurnaan “Dual System”, dimana workplace menyatu ke dalam nuansa belajar siswa, sedang Sistem CBT melengkapinya untuk proses assessment yang terukur, berdasarkan standar mutu lingkungan kerja industri. Sehingga implementasi pembelajarannya mengandung unsur–unsur; hardskill, theoritical focus dan softskill yang masing-masing dilengkapi dengan metoda perencanaan, pelaksanaan dan pendampingan serta pengukuran dan pengujian yang adil dan transparan. Siklus pembelajaran berbasis CBT dan PBET adalah:

  1. Tahap Perencanaan Pembelajaran, hal ini meliputi pemahaman capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran, dimana secara konten sudah ditentukan dalam kurikulum SMK Kemudian pola penyajian berupa modul atau perangkat ajar, sebagai upaya pencapaian hardskill – softskill. Perangkat ajar yang digunakan dalam bentuk modul ajar yang dikembangkan dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dokumen modul ajar dan alur tujuan pembelajaran terlampir.
  2. Tahap Proses Pembelajaran, pemenuhan media dan bahan ajar, sumber belajar, metode dan model pembelajaran, rasio jumlah alat dan bahan terhadap peserta didik, pendampingan proses pembelajaran, beban jam pembelajaran dan pengukuran keterserapan materi pembelajaran.
  3. Tahap Pengukuran dan Pengujian, sebagai bentuk evaluasi hasil belajar peserta didik yang pengukuran capaian Hardskill dan softskill, sebagai dasar evaluasi, dengan menggunakan prinsip Fair, Valid, Relible, dan Flexible.

 

lego-blocks.png
DKV
About Us

Program Keahlian DKV SMKN 1 BANJARMASIN

Parent Newsletter